CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Thursday, December 9, 2010

Nikon D3100

 Entry kali ni, aku sangat berkenan ngan D3100..huhuhu..bila la nak dapat..sampai merajuk2 ngan huby aku...
Hopely..aku akan dapat. ok kat sini aku kongsikan sedikit sebanyak info-info yang aku dapat dalam laman web Nikon (Malaysia). Mane tau kan..my huby baca entry aku kali ni..dia kate oklah..kita p beli..Alhamdulillah sangat2..hehehe...

An entry level digital-SLR camera with a new CMOS image sensor, image-processing engine and helpful Guide mode that makes capturing beautiful images easy.

Price: RSP RM 2,198.00 (with AF-S DX NIKKOR 18-55mm f/3.5-5.6G VR);
RSP RM 1,798 (body only)


1) A new DX-format CMOS image sensor and image-processing engine, EXPEED 2, both developed by Nikon enable capture of high-definition images with superior image quality

The D3100 is equipped with a new Nikon DX-format CMOS image sensor and a new image-processing engine, EXPEED 2, both developed by Nikon. The CMOS image sensor offers an effective pixel count of 14.2-million pixels (D3000: CCD image sensor with 10.2-million effective pixels) and enables capture of high-definition images exhibiting superior image quality with extremely detailed rendering and rich tones. The camera also makes the most of its standard sensitivity settings up to ISO 3200 (D3000: ISO 100–1600) and additional increases up to Hi 2 (ISO 12800 equivalent), with shooting under dim lighting, such as in the evening or indoors, as well as with sports scenes of rapidly moving subjects.

EXPEED 2 is Nikon's new image-processing engine, developed by refining the concepts, know-how and technologies regarding digital images that Nikon has spent years cultivating. It maximises the performance of the CMOS image sensor to suppress noise in still images and movies and produces images that faithfully reproduce vivid colors.
2) A refined Guide mode that is even easier to useGuide mode has been refined to make most camera operations even easier, from shooting to image playback and editing to the application of camera settings, regardless of the user's skill level.

Assist images

The D3100 displays "assist images" that show the effect of various camera settings, giving users an idea of the results they can expect with specified settings. For example, when "Soften backgrounds" is selected and an aperture value is specified, the assist image displayed in the monitor changes to show the effect that aperture setting will have on images. This allows users to confirm that images will appear as they intended prior to shooting and reduces the number of unsuccessful shots.

Other new functions built into Guide mode:

  1. Selection from 3 shooting techniques: "Use the viewfinder," "Use live view," "Shoot movies"
  2. "Bring more into focus" and "Show water flowing" options have been added to the "Advanced operation" menu for shooting
  3. "Movie settings," "HDMI," "Flicker reduction" and "Eye-Fi upload"* options have been added to the "Set Up" menu for applying basic camera settings

    * Only available when compatible Eye-Fi memory card is inserted


3) Live view mode that allows users to use the camera monitor to easily frame still image or movies

By simply rotating the live view switch, the view through the lens is displayed in the monitor, enabling immediate live view recording. This makes shooting feel more like shooting with a compact digital camera, easing the transition to digital-SLR for beginners. In addition, various information such as the shooting mode, time remaining (movie mode) and battery indicator, can be shown in the live view display.

4) D-Movie for recording and editing full-HD movies and AF-F (full-time servo AF) focus mode for movie recording


The D3100 is equipped with the D-Movie function that enables recording of high-definition movies (with monaural sound) by simply pressing the movie-record button. Movies can be recorded with the same aperture and other settings applied in Guide mode, and movies that take full advantage of the characteristics of individual interchangeable lenses, whether wide-angle, telephoto or fisheye, can be recorded for movies that are only possible with a digital-SLR camera. In addition, the camera also offers an AF-F (full-time servo AF) focus mode for movie recording. When AF-F mode is enabled, the camera focuses continuously during movie recording without the need for holding the shutter-release button down halfway. The D3100 also offers in-camera movie editing functions that allow users to save a single frame as a still image or delete unnecessary portions from the beginning or end of movie files.

5) Scene auto selector built in


The D3100 is equipped with the scene auto selector function. When live view mode is enabled in Auto or Auto (flash off) mode, the camera automatically analyses the scene and selects the appropriate shooting mode from Portrait, Landscape, Close up or Night portrait*. This function allows users achieve the intended images while leaving all settings up to the camera.

* Scene auto selector is disabled with manual focusing.


Other functions and features new to the D3100

  • Equipped with a face detection function capable of detecting up to 35 human faces (D3000: up to 5 faces)
  • Operation has been improved with the addition of an independent movie-record button and release-mode selector. In addition, the rubber grip provides a better fit.
  • Equipped with a Consumer Electronics Control (CEC) bus that enables remote control playback of images and movies recorded with the camera when the camera is connected to a high-definition TV
  • Equipped with a new exposure compensation algorithm for greater flexibility and performance with NEF (RAW) processing
  • The new ViewNX 2 software is bundled with the D3100

Tq to Nikon, for info..lebih lanjut, boleh ke laman web di bawah..

http://www.nikon.com.my/productitem.php?pid=1379-926225e57b

Sunday, December 5, 2010

Tersenyum, Bahagia dan sepi..

Tersenyum..bila melihat 2 orang buah hati tidur dengan nyenyaknyer..tapi aku masih lagi berjaga..masih mahu melayan alam cyber ini...masih mengumpul sedikit maklumat..
mata masih lagi segar..bahagia..emm..macam tu la yang aku boleh gambarkan..Alhamdulillah..allah Menguji aku dengan dugaan yang begitu berat bagi mendapat kebahagian hari ini...Alhamdulillah..
Rindu pada Apak masih segar dalam ingatan...dah masuk 3 tahun apak pergi meninggalkan kami..entah kenapa, sejak 2 3 hari ni..aku banyak terfikir tentangnya..aku penyebabnya..Allahuakbar..beratnya dada aku bila apak pergi..rindu pada apak masih segar..
Jumaat minggu lepas, aku baru bekesempatan untuk ke kubur, melihat kubur apak dan kubur ayah mertuaku..nak jer aku jerit, nak je aku cakap..apak, acik dah bahagia sekarang..apak jangan susah hati lagi..acik bawak suami acik..apak, acik rindu..kami sume rindu apak...gelak apak, lawak apak.suare apak baca Quran.sumenyer tentang apak...Kami sume sayang apak...Acik nak mintak maaf apa pun kesalahan acik..acik masih ingat hari terakhir jumpe apak, acik sapukan losyen kat badan apak...acik tak kan lupe sampai bila2...apak pandang jer..acik cium apak..kalau acik tau hari tu, hari terakhir acik jumpe apak, acik akan terus cium lame2..acik nak mintak ampun, mintak halalkan makan minum...acik nak cakap..acik sayang apak sangat...tapi sume tu x kan berlaku..acik doa apak ditempatkan di kalangan hamba yang soleh di sisinya..dan Allah akan terus merahmati apak..acik akan doakan apak akan ditempatkan di syurga...Amin...

Thursday, December 2, 2010

Antara lobak, telur dan kopi, kita yang mana?

Berkongsi Rasa
satu cerita yang boleh membuka mata dan hati.yang boleh direnung sedalam-dalamnya mengenai cabaran dan rintangan yang kita tempuh seharian.

Antara lobak, telur dan kopi, kita yang mana? mengungkap segala persoalan...emmm

“Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan baginya. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya dan hampir menyerah kalah dalam kehidupan. Setiap kali satu masalah selesai, timbul pula masalah baru.

Ayahnya yang bekerja sebagai tukang masak membawa anaknya itu ke dapur. Dia mengisi tiga buah periuk dengan air dan menjerangkannya diatas api. Setelah air didalam ketiga periuk tersebut mendidih, dia memasukkan lobak merah didalam periuk pertama, telur dalam periuk kedua dan serbuk kopi dalam periuk terakhir.

Dia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar sambil memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya. Setelah 20 minit, si ayah mematikan api.

Dia menyisihkan lobak dan menaruhnya dalam mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya dalam mangkuk yang lain dan menuangkan kopi di mangkuk lain.

Lalu dia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”

“Lobak, telur dan kopi”, jawab si anak.

Ayahnya meminta anaknya merasa lobak itu. Dia melakukannya dan berasa bahawa lobak itu sedap dimakan.

Ayahnya meminta mengambil telur itu dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia dapati sebiji telur rebus yang isinya sudah keras.

Terakhir, ayahnya meminta untuk merasa kopi. Dia tersenyum ketika meminum kopi dengan aromanya yang wangi.

Setelah itu, si anak bertanya, “Apa erti semua ini, ayah?”

Ayah menerangkan bahawa ketiga-tiga bahan itu telah menghadapi kesulitan yang sama, direbus dalam air dengan api yang panas tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeza.

Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan mudah dimakan. Telur pula sebelumnya mudah pecah dengan isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Serbuk kopi pula mengalami perubahan yang unik. Setelah berada didalam rebusan air, serbuk kopi mengubah warna dan rasa air tersebut.

“Kamu termasuk golongan yang mana? Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui. Ketika kesukaran dan kesulitan itu mendatangimu, bagaimana harus kau menghadapinya ?

Apakah kamu seperti lobak, telur atau kopi ?” tanya ayahnya.

Bagaimana dengan kita ? Apakah kita adalah lobak yang kelihatan keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kita menyerah menjadi lembut dan kehilangan kekuatan. Atau, apakah kita adalah telur yang pada awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis ? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perpisahan atau apa saja cabaran dalam kehidupan akhirnya kita menjadi menjadi keras dan kaku.

Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kita menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku? Atau adakah kita serbuk kopi ? Yang berjaya mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasa yang maksimum pada suhu 100 darjah celcius.

Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi akan terasa semakin nikmat. Jika kita seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk atau memuncak, kita akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan disekitar kita juga menjadi semakin baik.

Samalah halnya dengan serbuk kopi yang berjaya mengubah air panas yang membakarnya menjadikan ia lebih sedap dan enak untuk diminum.

Antara lobak, telur dan kopi, kita yang mana?

Wednesday, December 1, 2010

When Teacher Writing

Setahun dah berlalu....terlalu banyak cerita yang berlainan disini..tidak di SK Kuala Muput..sik sama pengalamannya..orangnya...apa yang boleh disimpulkan SK Kuala Muput Vs Sk Tembangau 3 adalah pengalaman yang akan mendewasakan aku..pengalaman yang mematangkan aku dalam pengejar penghujung jalan hidupku.
Rindu pada anak2 yang di tinggalkan di SK Kuala Muput masih bersisa..rindu kedamaian sungainya..rindu pada telatah guru-gurunya..Kema, Sya, Yana, CD,Shima, K.LIna, Abg.Midi, Cikgu Sandin, GB, C.lan, Andrian, K.ju, Ayak, Pang, Dalim, k.van, c.jun n isteri, pet...rindu pada BBQ...rindu pada udang galah...udang galahnyer perhhhh..sedapnye..x leh celen muput..RM 15 sekilo...

Bila Jari menari

Lama dah terdetik untuk kesini, tapi masa kurang mengizinkan..biasala kalau dengan anak dan suami...sekarang musim cuti sekolah..ada la masa skit..
now..tengah terfikir-fikir bisness ape yang nak dicorakkan tahun depan..apa yang boleh wat duit...macam- macam terfikir dan masih mencari jalan penyelesaian..kebelakangan ini buat bisness sume tak menjadi..kenapa? mesti ada sebab dan perlu buat post mortem..bila dah buat dan jumpe apa masalahnya tapi susah nak mengatasinya..sebab masalahnya bukan kita tapi orang..dan satu sebab untukku..aku terlalu cepat untuk berputus asa...
cepat sangat berputus asa dengan kerenah orang..mungkin salah satu penyebab utama...tapi sekarang aku masih perlu memikir untuk menampung segala keutamaan aku...prinsip aku mudah, jika mahu makan dan hidup selesa, jadi usaha kene lebih untuk ke arah itu.
Suamiku juga begitu, last 2 weeks, ingat nak labur dalam hartanah...tapi terlalu mahal plak rasanya, dan buat masa sekarang, aku dan suami tak mampu..200k tu..perh..bukan anak Datuk...hahahaha...aku kene berfikir dan terus berfikir..tapi apa nak buat..kadang2 buntu..sume tak jadi...kain pasang n tudung dah try..tapi x berapa jalan...emm..ingat nak bukak kedai suply barang2 bakery ..tapi...kedai plak...aduiiii.....nak bele kambing? lembu?masalahnya kami jauh sangat nak membelanya...Ateh kate kalau nak buat perniagaan, carik yang paling hampir dengan pengetahuan kita..supaya kita senang untuk kelolakan...tapi apa yang dekat...
aku selalu mohon petunjuk Allah, tapi maybe Allah x nak bagi apa yang aku mahu mungkin itu bukan yang terbaik untuk aku....sama seperti dahulu....
Ya Allah bantulah Hambamu ini untuk membantu orang lain...otakku dah buntu...buntu dengan segalanya...